Mengupas Strategi VTNY: Akselerasi Pertumbuhan UMKM dan Kesejahteraan Karyawan melalui Inovasi Digital

Dalam sebuah diskusi mendalam di acara Corporate Expos, Bapak Kaleb Suulaiman, Chief Financial Officer (CFO) dari PT Phantony Fortuna Internasional Tbk (VTNY), memaparkan strategi dan kinerja impresif perusahaan. VTNY, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang super apps, menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa di tengah kondisi ekonomi yang menantang. 

Profil dan Model Bisnis Unik VTNY

Didirikan pada tahun 2021, VTNY memulai perjalanannya di Filipina dan telah berekspansi ke Singapura, Indonesia, dan Jepang. Perusahaan ini resmi melantai di bursa pada 15 Desember 2022, dan menjadi satu-satunya emiten di bidang super apps di Indonesia. VTNY memiliki dua produk unggulan yang menjadi motor penggerak bisnisnya:

  1. B2B2E (Business-to-Business-to-Employee) Super Apps: Melalui aplikasi V Financial, VTNY menyediakan solusi bagi karyawan yang membutuhkan dana darurat. Konsep “gaji duluan” ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, di mana perusahaan bekerja sama dengan VTNY untuk memberikan fasilitas pinjaman yang akan dipotong dari gaji karyawan di akhir bulan. Layanan ini bebas bunga dan hanya mengenakan biaya administrasi yang kompetitif.
  2. B2B (Business-to-Business) untuk UMKM Produktif: VTNY hadir untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menyadari adanya kesenjangan besar antara kebutuhan pendanaan UMKM yang mencapai 4.300 triliun dengan suplai yang hanya 1.900 triliun, VTNY melihat ini sebagai peluang pasar yang sangat luas.

Kinerja Keuangan yang Gemilang di Semester I 2025

VTNY berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif pada semester pertama tahun 2025:

  1. Pendapatan: Tumbuh sebesar 18,3% menjadi 104 miliar rupiah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Kontribusi pendapatan berasal dari segmen UMKM produktif sebesar 56,3 miliar (54,2%) dan segmen super apps sebesar 47,7 miliar (45,8%).
  1. Laba Bersih (Net Income): Meroket sebesar 7,01% atau setara dengan 7,3 miliar rupiah, meningkat signifikan dari 3,2 miliar di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk ekspansi pasar, inovasi produk baru seperti “Jari Jaminan Properti”, serta efisiensi biaya (cost efficiency) dengan mencari pemberi pinjaman (lender) dengan bunga yang lebih rendah.

Strategi Menjaga Arus Kas dan Mengelola Risiko

Sebagai perusahaan yang sedang dalam fase pertumbuhan dan ekspansi tinggi, VTNY mengakui bahwa arus kas operasionalnya masih negatif. Namun, perusahaan memiliki strategi yang matang dalam mengelola keuangan:

  • Manajemen Piutang: Untuk produk B2B2E, risiko gagal bayar hampir tidak ada (risk free) karena adanya kerja sama langsung dengan perusahaan untuk pemotongan gaji. Sementara itu, untuk segmen B2B, VTNY menjaga tingkat Non-Performing Disbursement (NPD) di bawah 5% dan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penagihan.
  • Pendanaan: Mayoritas pendanaan VTNY (77%) berasal dari luar negeri, khususnya Jepang, dalam mata uang Yen. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri, di mana perusahaan sering kali mendapatkan laba dari selisih kurs berkat penguatan Rupiah terhadap Yen.

Keunggulan Kompetitif dan Prospek Masa Depan

Di tengah persaingan industri keuangan digital, VTNY memiliki beberapa keunggulan utama:

  • Superlander: VTNY tidak hanya bertindak sebagai peer-to-peer lending, tetapi juga sebagai superlander dengan sumber pendanaan yang kuat dan stabil dari Jepang.
  • Fundamental yang Sehat: Rasio keuangan perusahaan, termasuk gearing ratio, menunjukkan kondisi yang sehat dan terus membaik.
  • Aset Fisik: VTNY merupakan salah satu dari sedikit perusahaan fintech yang memiliki aset fisik signifikan, yaitu gedung sendiri senilai kurang lebih 75 miliar rupiah.

Untuk 3 hingga 5 tahun ke depan, VTNY tetap optimis dapat terus bertumbuh dengan fokus pada pasar UMKM yang masih sangat luas dan terus melakukan inovasi. Terkait pembagian dividen, perusahaan menyatakan belum memiliki rencana dalam waktu dekat karena masih fokus pada ekspansi dan perbaikan kinerja untuk memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Sebagai penutup, Bapak Kaleb Suulaiman merangkum nilai inti perusahaan dalam empat kata: “Empower Business, Elevate Life”, yang menegaskan fokus VTNY untuk memberdayakan bisnis dan meningkatkan kualitas hidup, baik bagi karyawan maupun pelaku UMKM di Indonesia.

Share the Post:

Related Posts

Scroll to Top