Transformasi Bisnis Aspal & Konstruksi: Strategi Pertumbuhan PT Solare RCR Energi Tbk (SOLA) di Tengah Ketidakpastian Global

Diskusi Corporate Expos kali ini menghadirkan Bapak Imam Buchairi selaku Direktur Operasional dan Bapak Hasnan Riswandi selaku Direktur Keuangan dari PT Solare RCR Energi Tbk (SOLA). Mereka memaparkan bagaimana SOLA berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi global, terutama di sektor aspal dan jasa konstruksi. 

Profil dan Keunggulan Kompetitif SOLA

Didirikan pada tahun 2014 dengan nama PT RCR Energi Indonesia, perusahaan ini kemudian bertransformasi menjadi PT Solare RCR Energy pada tahun 2022 dan melantai di bursa pada tahun 2024 dengan kode saham SOLA. SOLA bergerak di sektor barang baku, khususnya material konstruksi, dengan fokus pada perdagangan dan produksi aspal serta jasa konstruksi.

Keunggulan kompetitif utama SOLA adalah integrasi vertikal. Ini memungkinkan perusahaan untuk mencapai efisiensi operasional, mengurangi ketergantungan pasokan, dan memastikan kesinambungan suplai bahan baku. SOLA memiliki enam anak usaha yang saling terintegrasi, mencakup energi terbarukan (PT Bumi Raya Hijau), modifikasi bitumen (PT Aspal Polimer Ebosindo dan PT Modifikasi Bitumen Sumatera), serta aplikasi bitumen dan konstruksi (PT Aplikasi Bitumen Indonesia) . Struktur ini menjadikan SOLA sebagai “one stop solution” bagi pelanggannya.

Kinerja Keuangan Gemilang di Semester I 2025

SOLA menunjukkan kinerja keuangan yang luar biasa pada semester pertama tahun 2025:

  • Pendapatan: Tumbuh signifikan sebesar 202,23% year-on-year menjadi 100,02 miliar rupiah.
  • Laba Bersih: Berbalik dari rugi 4,19 miliar rupiah pada semester I 2024 menjadi untung 10,11 miliar rupiah pada semester I 2025.

Kenaikan kinerja ini didorong oleh lonjakan pendapatan dari segmen konstruksi, peningkatan efisiensi biaya, serta kemampuan manajemen untuk membidik proyek-proyek dengan margin keuntungan yang lebih tebal di tengah perbaikan ekonomi domestik. SOLA juga memproyeksikan kenaikan pendapatan sebesar 65,1% dan laba bersih 318% di sepanjang tahun 2025.

Strategi Pengelolaan Arus Kas dan Mitigasi Risiko

Meskipun liabilitas jangka pendek SOLA tercatat naik 57,62% menjadi 54,74 miliar rupiah, hal ini merupakan bagian dari strategi ekspansi yang sehat. Perusahaan berinvestasi pada peralatan proyek yang spesifik untuk segmen aplikasi, yang memberikan return cepat dan membantu mengoptimalkan pengelolaan biaya.  Utang jangka pendek digunakan untuk proyek-proyek yang dapat menghasilkan arus kas yang cepat, sehingga dapat dikelola dengan baik.

Terkait mitigasi risiko fluktuasi harga aspal global dan depresiasi rupiah, SOLA melakukan diversifikasi pengadaan bahan baku antara impor dan produk dalam negeri. Perusahaan juga aktif berinovasi, seperti mengembangkan aspal modifikasi dengan campuran ban bekas, yang tidak hanya mengurangi ketergantungan impor tetapi juga meningkatkan kualitas produk dan bersifat ramah lingkungan.

Prospek Pasar dan Inovasi Produk

Prospek permintaan aspal nasional masih sangat tinggi, didorong oleh program pembangunan infrastruktur pemerintah, mulai dari jalan tol hingga jalan perumahan. Peluang ini tidak hanya berasal dari pembangunan baru, tetapi juga dari perawatan jalan yang berkelanjutan. Menariknya, lebih dari 60% pendapatan SOLA saat ini berasal dari sektor swasta, terutama untuk pembangunan jalan tambang, menunjukkan keberhasilan diversifikasi pasar di luar proyek pemerintah yang mungkin menghadapi efisiensi anggaran.

SOLA juga terus berinovasi dalam pengembangan produk aspal yang lebih efisien dan ramah lingkungan, seperti aspal polimer dan aspal karet. Kemampuan untuk memproduksi aspal karet, yang memanfaatkan potensi besar karet domestik, menjadi salah satu kekuatan unik SOLA.

Corporate Action dan Pesan untuk Investor

SOLA telah membagikan dividen pada Juni 2025, menunjukkan komitmen terhadap pemegang saham meskipun masih dalam fase pertumbuhan. Perusahaan belum memiliki rencana merger atau akuisisi dalam waktu dekat, namun terus mengembangkan kemitraan, salah satunya dengan perusahaan Amerika untuk carbon capture.

Pesan dari manajemen SOLA kepada investor adalah untuk memilih emiten secara bijak. SOLA mendeskripsikan core value perusahaannya dalam tiga kata: Inovatif, Berkelanjutan, dan Terintegrasi, yang mencerminkan strategi pertumbuhan dan daya saingnya di masa depan.

Share the Post:

Related Posts

Scroll to Top